Semangat Anak Indonesia Mencari Ilmu

Inilah gambaran perjuangan anak Indonesia dalam menuntut ilmu.

Harpen1

Dua anak anak murid sekolah dasar (SD) melintasi jembatan sambil menenteng sepatu seusai pulang sekolah, di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu, 24 Februari 2010. TEMPO/ Tony Hartawan

Harpen2

Sejumlah murid SD berjalan dengan menenteng sepatu saat pulang sekolah di tepi jalan raya Bayah, Lebak, Banten, Senin, 25 April 2011. Pemerintah sedang memformulasikan sanksi pemangkasan anggaran dari pusat bagi pemerintah daerah yang terlambat menyalurkan dana BOS. TEMPO/STR/Dasril Roszandi

harpen3

Sejumlah anak sekolah mengayuh perahunya menelusuri Sungai Pute di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 25 Februari 2011. Transportasi sungai dengan menggunakan perahu kayuh merupakan salah satu alat transportasi untuk mendukung kegiatan sosial ekonomi warga sepanjang alira sungai Pute, Maros. TEMPO/STR/Fahmi Ali

harpen4

Sejumlah siswa Sekolah Dasar menumpang bak motor roda tiga yang melintas di Jalan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat, 18 Februari 2011. Untuk menghemat biaya ongkos mereka terpaksa menumpang kendaraan bak yang melintas. TEMPO/ Aditya Herlambang Putra

harpen5

Sejumlah anak melintasi genangan air saat pulang sekolah di kawasan Marunda, Jakarta, Kamis, 6 Januari 2011. Sulitnya akses bagi para siswa untuk besekolah membuat mereka harus rela berbasah-basahan saat berangkat dan pulang sekolah. TEMPO/ Tony Hartawan

harpen6

Seorang guru mengajar di sekolah darurat yang diadakan di tribun Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 12 November 2010. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) darurat ini masih diberlakukan untuk siswa usia TK dan SD saja karena kendala fasilitas. TEMPO/ Arif Wibowo

Harpen7

Sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi bencana korban letusan Gunung Merapi di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa, 9 November 2010. Sekolah bentukan para mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta ini merupakan yang keempat kalinya didirikan setelah sebelumnya didirikan di tiga lokasi di lereng Merapi yang sudah dibubarkan. Kini mereka menyebutnya dengan Sekolah Pintar Merapi 4. TEMPO/ Ishomuddin

Harpen8

Sejumlah siswa/murid keluar dari ruang kelas yang terbuat dari bilik bambu saat hari pertama masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Tambiluk, Serang, Banten, Senin, 12 Juli 2010. Kondisi gedung sekolah yang sebagian ruang kelasnya terbuat dari bilik bambu dan kurangnya ruang kelas membuat mereka harus bergantian untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. TEMPO/ Tony Hartawan

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: