Orang Indonesia yang Berhasil di Luar Negeri

Ini dia gan, nama” orang Indonesia yang berhasil mengharumkan nama baik Indonesia di luar negeri.

1.Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano

Spoiler for pesan:

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

2.Muhammad Arief Budiman

Spoiler for pesan:

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. Dialah anak Zakaria itu. Pada mulanya bercita-cita menjadi pilot, lalu ingin jadi dokter karena harus berkacamata sewaktu SMP, anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga terkenal di antara rekan sekerja di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

3.Andrivo Rusydi

Spoiler for pesan:

Pasti pada ga kenal khan dg Prof. Dr. Andrivo Rusydi??(niy, ada fotonya di atas ) Padahal di kancah internasional kakak kita ini (hehe, sok akrab…) terkenal bgt sebagai ilmuwan yang tengah melakukan penelitian di 3 negara, yaitu Amrik, Jerman, & Singapura. Kakak qta ini lahir di Sumatera Barat 31 tahun yang lalu ini, di usianya yang masih sangat muda dah jadi visiting professor bidang fisika di Universitas Hamburg, dan peneliti tetap di University of Singapore.

Kak Andrivo menempuh kuliah S1 di jurusan Fisika ITB (masih satu almamater nih ye..), lulus tahun 1998. Kemudian melanjutkan S2 & S3 di Rijuniversiteit Groningen, Belanda. Sembari kuliah di universitas yang sama, kak Andrivo melakukan penilitian di National Synchroton Light Source (NSLS) of Brookhaven National Laboratory (BNL), Amerika Serikat, sejak tahun 2001.

Di University of Singapore, Kak Andrivo tlah menjadi peneliti tetap. Riset inovatif yang dilakukannya di Hamburg berkisar di bidang energi soft X-ray scattering. Di dunia, tidak banyak ilmuwan yang berpengalaman di bidang tsb.

Belakangan ini, Kak Andrivo juga tengah meneliti di Universitas Hamburg, Jerman. Penelitian yang dilakukannya adalah mengenai nano-structure. Kak Andrivo beruntung dapat melakukan penelitian di Univ. Hamburg karena di sana memang giat mengadakan penelitian free electron laser yang pertama dan satu-satunya tempat di dunia dengan fasilitas Hasylab yang memberikan kesempatan untuk meneliti sesuatu yang baru. Selain meneliti, Kak Andrivo juga ditawari mengajari di Uni Hamburg untuk mata kuliah Advanced Solid State Physics di Jurusan Fisika.

4.Sonja dan Shanti Sungkono

Spoiler for pesan:

Suatu hari, di hadapan publik musik klasik Berlin, Jerman, penampilan duo pianis kembar Sonja dan Shanti Sungkono tampak eksotis. Di atas pentas, tubuh kedua perempuan berwajah Jawa ini dibalut kebaya dengan siluet brokat keperakan. Rambut mereka disanggul. Penampilan keduanya jauh dari penampilan panggung para musisi klasik yang konservatif—yang umumnya muncul dengan gaun panjang warna hitam.

Duet Sonja-Shanti tak sedang ingin tampil unik, apalagi nyentrik, dengan gaya tersebut. Model penampilan itu boleh dibilang telah menjadi ciri khas sekaligus identitas mereka sebagai perempuan Indonesia dalam pelbagai pentas di mancanegara. Selain penampilan, dalam setiap pertunjukan, keduanya selalu memperkenalkan diri sebagai duo pianis Indonesia. “Dari penampilan saja kelihatan, kami bukan orang Jerman,” kata keduanya, yang sejak 1991 bermukim di Berlin.

Prestasi mereka pun patut dibanggakan. Mereka meraih Jerry Coppola Prize dalam lomba duet piano di Miami, Amerika Serikat, pada 1999. Dua tahun berturutturut, 2001 dan 2002, mereka menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di Hannover, Jerman. Lalu pada 2002 menjadi juara ketiga Torneo Internazionale di Musica di Italia. Terakhir, mereka menggondol Prize Winners pada National Piano Duo Competition di Saarbrucken, Jerman, pada 2003.

5.Ari Munandar

Spoiler for pesan:

Executive chef merupakan jabatan sangat bergengsi, apalagi di jaringan hotel top seperti Hilton. Ari, yang baru berusia 37 tahun, sebelumnya tidak pernah berpikir ia satu-satunya executive chef asal Asia di hotel berbintang lima di Eropa. Tidak ada nama Asia—termasuk dari Jepang—yang menjadi executive chef di hotel prestisius di Eropa.

Tak mengherankan, media Republik Ceko tertarik mendengar kabar ini. “Mereka penasaran,” kata Ari, “seperti apa nantinya (restoran di Hilton Praque Old Town di bawah saya).” Publik Praha sesungguhnya tidak terlalu asing dengan Ari. “Saya sudah punya nama di sini,” kata Ari. Ketenaran itu ia dapat saat selama tiga tahun sebelumnya menjadi executive chef di Mandarin Oriental Praha. Jabatan bergengsi di Mandarin Oriental didapat sesaat setelah ia mulai bekerja di sana pada 2006. Saat masuk ke Mandarin Oriental, ia menjadi sous chef de cuisine alias wakil kepala koki. Hanya dua bulan bekerja, executive chef tempat itu mengundurkan diri.

6.Yuli Purwanto(Mas Ipung)

Spoiler for pesan:

Bertopeng kingkong, Yuli Purwanto, 47 tahun, tangkas memainkan beberapa jurus pencak silat di panggung. Gerakannya lincah. Kadang terlihat lentur meliuk, acap kali berkelebat cepat. Diiringi iringan kendang nan rancak, penampilan pria yang akrab dipanggil Ipung ini memang memikat. Di puncak aksinya, Ipung kemudian menyurukkan wajahnya ke selembar batik yang dihamparkan di panggung, topengnya dilepas, lalu tampillah wajah aslinya dengan kain batik yang dibikinnya menjadi udheng.

Gerakan pencak silat Ipung itu bisa dinikmati pemirsa di mana pun lewat situs YouTube. Dari situs ini pula wawancara Ipung dalam bahasa Jepang dengan televisi pemerintah nasional Jepang, NHK, bisa diakses. Di tayangan ini Ipung menjawab segala hal soal silat. Jangan heran jika Ipung membicarakan silat dalam bahasa Jepang. Dia, bersama Soesilo Soedarmadji dari perguruan Perisai Diri dan Djaja dari Panglipur, adalah penyebar seni bela diri tradisional Indonesia itu di Jepang sejak 13 tahun lalu.

7.Khoirul Anwar

Spoiler for pesan:

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.

Mereka semua adalah orang yang sangat dihargai dan dihormati di luar negeri. Tapi, eksistensi mereka di Indonesia sangat sedikit yang tahu…….

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=111316931&posted=1#post111316931

One Comment to “Orang Indonesia yang Berhasil di Luar Negeri”

  1. benr tuh, wah..mantap deh..
    kenapa gak berkarya di tempat sendiri ya?
    jangan tanyakan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: